Kura Kura
Aku seorang kura-kura. Bertahun-tahun aku belajar bersembunyi di dalam tempurung. Bukan karena aku takut pada dunia, tetapi karena aku pernah tahu bagaimana rasanya terluka olehnya. Di dalam sana, aku merasa aman. Tak banyak yang bisa menyentuh. Tak banyak pula yang bisa menghancurkan. Sampai suatu waktu, entah karena lupa atau karena merasa sudah sembuh, aku mulai mengeluarkan kepala. Lalu kaki. Pelan-pelan aku berjalan lagi. Membiarkan seseorang mendekat. Membiarkan kepercayaan tumbuh, tanpa banyak bertanya apakah dunia sudah berubah atau hanya aku yang sedang lengah. Ternyata waktu tidak selalu menyembuhkan. Kadang ia hanya membuat kita lupa di mana letak luka. Dan hari ini aku kembali terluka. Bukan hanya karena seseorang. Tapi karena aku kembali menyalahkan diriku sendiri. Mengapa keluar dari tempurung? Mengapa percaya lagi? Mengapa mengira kali ini akan berbeda? Mungkin aku memang bodoh. Atau mungkin, menjadi kura-kura bukan berarti harus selamanya bersembunyi. Mungkin aku hanya ...